jkiagape.org

News

The latest message and news around church

Agape Retreat 2016 'Destined to Serve'

Wow!! It is really an awesome time we had for the last 3 days at Agape Retreat 2016 'Destined to Serve'. Thank you Ps. Elijah Soetopo for your encouraging message, and thought us more how important serving God and others in our life. Here is a highlight of this year retreat, we hope that you enjoy it as much as we do.

Posted by Agape Church at Wesley on Sunday, December 4, 2016

Masuk Tahun Baru bersamaNya

Firman: Mazmur 25: 8-15

Daud penulis dari Mazmur adalah seorang yang berkenan di hadapan Tuhan, dikatakan “seorang yang berkenan di hatiKu dan yang melakukan segala kehendakKu” (Kis 13:22). Daud adalah pelaku Firman, mentaati segala perintah Tuhan! Disamping itu di dalam perikop ini Daud menyatakan 3 sikap yang perlu pula kita teladani untuk masuk ke dalam tahun baru yaitu tahun 2017 ini, yaitu:

1. Mau merendahkan diri
“Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing ... dan Ia mengajarkan jalanNya kepada orang-orang yang rendah hati” (ay 8-9). Tuhan tidak menghendaki kita tersesat, kita pasti dibimbing dan diajarkan jalanNya. Itu yang dijanjikan oleh Tuhan tetapi dibutuhkan kerendahan hati kita! Apa arti rendah hati? Bahasa Yunani “praios” memiliki arti disamping rendah hati juga lemah lembut, yang diartikan seseorang yang menyerah atau tergantung total kepada Tuhan! Dalam arti sederhananya, orang yang rendah hati berarti tidak sombong, tidak mengandalkan kekuatan sendiri , mau dibimbing, mau diajar, mau dinasihati dan mau melayani sesamanya. Tuhan Yesus memberikan teladan merendahkan diriNya dengan melayani, “Aku membasuh kakimu …kamupun wajib saling membasuh kakimu” (Yoh 13: 14). Siapa yang bertugas membasuh kaki? Janji Tuhan “Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah” (Maz 37:11). Masih mau sombong?

2. Mau mengakui kesalahan
“ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu” (ay 11). Pemazmur dengan kerendahan hati menyadari dan mengakui kesalahan serta mau meminta pengampunan. Tujuannya adalah berdamai dengan pihak lain yaitu Tuhan! Karena dikatakan dosa, “yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu” (Yes 59:2). Pemazmur menyadari betapa banyak di antara kita yang tidak menyadari! Pertengkaran di antara kitapun sering tidak disadari kesalahan pribadi! Siapa yang salah? Dia bukan aku! Rasul Yakobus berkata “Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu .. supaya kamu sembuh” (Yak 5:16) – sembuh tubuh dan rohaniah! Marilah kita saling mengampuni! Tuhan Yesus berkata “Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Mat 6:15). Jika kita tetap hidup dalam dosa dan tidak terampuni maka dikatakan “membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar” (Yes 59:2) dan Rasul Paulus berkata, “upah dosa ialah maut” (Rom 6:23). Semuanya akan benar-benar sia-sia!

3. Mau membina keakraban
“Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia” (ay 14). Kemauan Tuhan “bergaul karib” dalam arti kata seperti yang dinyatakan Tuhan Yesus “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (Yoh 15:4) – melekat! Yang dibutuhkan dari kita adalah “takut akan Tuhan” dalam arti kata, dengan rasa takut kita menghargai dan menghormati Tuhan yang Maha Kuasa dan yang Maha Dahsyat! Dengan rasa takut kita tidak berbuat dosa lagi! Bagaimana menimbulkan rasa takut itu? Penulis Amsal “jikalau engkau mencarinya … mengejarnya … maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan” (Ams 2:4-5) dan akibatnya dinyatakan “Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagian dan anak cucunya akan mewarisi bumi” (ay 13) disebabkan karena “perjanjianNya diberitahukanNya kepada mereka” (ay 14). Tepat seperti janji Tuhan Yesus “diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15:5).

Agape on Video

Visual presentation of latest event
JKI Agape Church Sydney

Agape on twitter

Announcements from church