News

The latest message and news around church

Mendidik anak-anak didalam Tuhan

Nabi Maleakhi memperoleh pernyataan Tuhan “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar da dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah” (Mal 4: 5-6). Apakah benar Nabi Elia akan datang kembali? Menurut perjanjian Baru yang dimaksud adalah Yohanes pembaptis, “dalam roh dan kuasa Elia ..... menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya” (Luk 1:17). Siapa yang harus berperan di dalam hal ini? 1) Bapa di sampingi oleh ibu dan 2) Bapa rohani (gembala)! Apa yang perlu dilakukan?

1. Berikan pengajaran kebenaran
“Dan kamu bapa-bapa .. didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Ef 6:4). Yang dimaksudkan adalah Firman Tuhan! Penulis Amsal berkata “Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku .. maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan mendapat pengenalan akan Allah” (Ams 2:1-5). “Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat” (Ams 15:33). Dan dengan hikmat inilah dikatakan “Berbahagialah orang yang mendapat hikmat ... memperoleh kepandaian” (Ams 3:13) yang memberikan jaminan “umur panjang ... kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagia .. sejahtera ....” (Ams 3:16-17). Masa depan kita tergantung sejauh apa hikmat yang dimilikinya! Benar dan tepat!

2. Jadilah teladan bagi mereka
“Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu .. tingkah lakumu .. kasihmu .. kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” (1 Tim 4:12). Proses belajar lewat meneladani merupakan proses yang efektif. Orang melihat dan meniru! Dari sebab itu perlu disadari bahwa kita sedang diperhatikan oleh anak-anak kita. Pepatah berkata “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” (Engl = Like father like son) artinya tidak jauh berbeda atau ada kemiripan dengan orang tuanya. Perhatikan kelima hal diatas! Apa yang kau kehendaki dari anak-anakmu, berbuatlah dan berilah contoh kepada mereka sekarang ini. Patahkan kutuk turunan! Rumah tangga berantakan tanpa kasih, perselingkuhan dan perceraian akan dengan mudah diturunkan keturunan berikutnya.

3. Ingatkan mereka dengan kasih
“Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk .. dalam perjalanan .. berbaring .. bangun” (Ul 6:7). “Berulang-ulang” dilakukan tanpa jemu, terus menerus, jangan menyerah! Manusia itu pelupa dan perlu diingatkan di mana saja dan kapan saja. Tegasnya jika mereka berbuat kesalahan, tegurlah dengan kasih. Jangan meniru kegagalan Eli karena ia sangat mengasihi maka ia membiarkan anak-anaknya hidup dalam dosa. (baca 1 Sam 2:12&29). Pernyataan Tuhan lewat Nabi Yehezkiel “Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! Dan engkau tidak memperingatkan dia ... orang jahat itu mati dalam kesalahannya , tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu”(Yehz 3:18). “Memperingatkan” adalah tanggung jawab kita!

Agape on Video

Visual presentation of latest event
JKI Agape Church Sydney

Agape on twitter

Announcements from church