Which language do you want to use?
Indonesian English

News

The latest message and news around church

Bersyukurlah itulah kehendakNya

Firman: Kejadian 37-50 (Kisah Yusuf)

“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (1 Tes 5:18). Pernyataan “dalam segala hal” – di dalam segala keadaan! Tidak mudah tetapi itu kehendakNya! Pernyataan Rasul Paulus “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia ...” (Rom 8:28). Selama kita “tidak tahu”, kita tidak mampu bersyukur! Mari kita teliti kisah Yusuf yang disertai dan diberkati Tuhan sbb:

1. Yusuf menerima penderitaan
“bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf ... maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah” (Kej 37:4); dan “Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini” (37:27). Inilah penderitaan Yusuf yang disebabkan oleh perbuatan orang lain, tidak dapat dihindarkan tetapi perlu dihadapi. Ada penderitaan lain sebagai akibat dosa dan ini harus diatasi lewat pertobatan. Kisah Yusuf dalam usia belasan tahun karena “iri hatilah saudara-saudaranya” (37:11), ia dipisahkan dari ayahnya, yang mengasihi dia. Ia dijual, dibawa ke Mesir dibeli oleh Potifar dan difitnah oleh istri Potifar sehingga “Yusuf ditangkap .. dimasukkan ke dalam penjara” (39:20). Tidak ada tanda-tanda Yusuf marah, stress/depresi, putus asa tetapi ia tetap menjadikan diri berguna (baca 39:22)! Teladani Ayub yang juga dalam penderitaan, “tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut” (Ay 1:22).

2. Yusuf hidup dalam kebenaran
“Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah” (39:9). Yusuf tidak jatuh dalam pencobaan karena ia tidak mau “berbuat dosa terhadap Allah”. Yusuf mau hidup benar di dalam kekudusan dan keakraban Yusuf dengan Tuhan dinyatakan “Tuhan menyertai Yusuf” (39:2). Dampak penyertaan Tuhan dinyatakan “bahwa Tuhan membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakan” (39:3). Yusuf diberi kemampuan memperoleh visi lewat “mimpi” (37:6) dan mengartikan mimpi, “Bukankah Allah yang menerangkan arti mimpi?” (40:8). Keakraban terbina jika kita hidup benar dalam kekudusan di hadapan Tuhan. Penulis Ibrani berkata “Tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan” (Ib 12:14)

3. Yusuf memiliki hati yang baik
“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan dengan maksud seperti yang terjadi sekarang ini ... ” (50:20). Kejahatan terjadi dan Tuhan mengijinkan “untuk kebaikan dengan maksud” – jadi ada rencana Tuhan dibalik penderitaan yang kita alami. Sekali lagi yang penting adalah pastikan bahwa kita mengasihi Tuhan! (baca Rom 8:28) dan bukti kasih kita kepada Tuhan dinyatakan “Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (1 Yoh 4:21). Dari sebab itu di dalam kehidupan Yusuf, ia bersyukur, tidak ada sakit hati, pahit hati dan dendam, “Yusuf mencium semua saudaranya itu dengan mesra dan ia menangis sambil memeluk mereka” (45:15)

Agape on Video

Visual presentation of latest event
JKI Agape Church Sydney

Agape on twitter

Announcements from church