Diperintahkan saling mengasihi

February 17, 2018

Firman: Roma 12: 9-21

Perintah dari Tuhan Yesus “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu ... Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridKu” (ay 34-35). Ini perintah baru yang berbeda dengan perintah lama yaitu “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22:39) Apa yang harus dilakukan sebagai tanda saling mengasihi seperti Tuhan mengasihi?

1. Lakukan perbuatan baik
“Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik” (ay 9). Apa yang dimaksud dengan perbuatan baik? Menurut alkitab dan dinyatakan oleh Tuhan Yesus “mereka (dunia) melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Mat 5:16). Secara specifik, Rasul Paulus berkata “Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus ...” (ay 13) dan kepada Titus “Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah” (Tit 3:14). Adapun kebutuhan pokok manusia selain “sandang pangan” di antaranya adalah “kasih”, dunia deficit kasih! Dan kasih harus diungkapkan dalam kelima bahasa kasih, menurut Gary Chapman, yaitu a) pemberian; b) perkataan; c) pelayanan; d) quality time dan e) sentuhan!

2. Berikanlah kasih sayang
“Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara” (ay 10) (KB: dengan mesra seperti orang-orang yang bersaudara dalam satu keluarga) (MILT: di dalam kasih persaudaraan yang penuh kasih sayang). Kata “kasih sayang” terdiri dari “kasih” (love) dan “sayang” (compassion)? Apa bedanya? Kasih lebih bersifat universal tetapi sayang itu bersifat terbatas (bagi orang-orang tertentu). Contoh: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini” (Yoh 3:16) dan “kamu akan menjadi harta kesayanganKu sendiri dari antara segala bangsa” (Kel 19:5). Valentine day disebut hari kasih sayang! Dikasihi dan disayang! Kasih adalah keinginan memiliki dan sayang adalah perasaan takut kehilangan (karena berharga atau bernilai) dari sebab itu dimiliki dan dihormati.

3. Mampukan diri berempathy
“Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita dan menangislah dengan orang yang menangis” (ay 15). Ini adalah empathy bukan sympathy! Empathy membutuhkan hati agar kita dapat ikut serta merasakan perasaan dan penderitaan orang lain. Dunia berkata senang melihat orang susah, susah melihat orang senang. Tuhan mengajarkan agar kita meniadakan iri hati dan ikut berpartisipasi seperti dalam satu tubuh “satu anggota menderita, semua anggota turut menderita” (1 Kor 12:26). Dari sebab itu Rasul Yohanes menyatakan “Barangsiapa mempunya harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya ... bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” (1 Yoh 3:17)