Which language do you want to use?
Indonesian English

Generasi yang layak bagi Tuhan

September 12, 2017

Firman: Efesus 6:1-4 & Maleakhi 4: 5-6 (Lukas 1:17)

Firman Tuhan “Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu ... Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah” (Mal 4:5-6). Dengan tegas Tuhan berkata kegagalan mendidik “Aku datang ... sehingga musnah”. Tercatat kemudian Tuhan berdiam diri selama 400 tahun. Dan di awal Perjanjian Baru, Tuhan berkata yang sama dikatakan “menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya” (Luk 1:17). Apa yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan generasi yang layak bagi Tuhan?

1. Didiklah dengan kasih sayang
“Dan kamu bapa-bapa janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka ...” (Ef 6:4). Orangtua dipanggil untuk mendidik tetapi “janganlah bangkitkan amarah” bahkan Rasul Paulus juga berkata “janganlah sakiti hati anakmu supaya jangan tawar hatinya” (Kol 3: 21). Bagaimana mendidik anak dengan tidak memberikan dampak seperti di atas? Orangtua yang memiliki “buah Roh yaitu kasih .. kesabaran .. kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal 5: 22-23), mudah meyakinkan bahwa didikan bukan emosi tetapi karena kasih dan membawa kebaikan! Teladani Rasul Paulus, “Tetapi kami berlaku ramah ... seperti seorang ibu mengasuh dan merawati ... rela membagikan .. hidup kami sendiri ... menasihati dan menguatkan hatimu seorang demi seorang dan meminta dengan sangat supaya ...” (1 Tes 2: 7-12)

2. Didiklah dalam kebenaran Firman
“tetapi didiklah mereka dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Ef 6:4). Jelas ini mengandung kebenaran, “FirmanMu adalah kebenaran” (Yoh 17:17). Penulis Amsal berkata “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu” (Ams 22:6). Konsep hidup termasuk karakter kita masa kini pada umumnya adalah hasil didikan di masa lalu. Tuhan berkata di masa muda! Alkitab tidak berkata tentang usia tetapi ilmu pengetahuan menyatakan seorang anak dalam usia 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80%. Otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, baik maupun jahat. Perkembangan phisik, mental maupun spiritual terbentuk di usia dini.

3. Didiklah demi masa depan mereka
“Hai anak-anak taatilah orangtuamu dalam Tuhan ... Hormatilah ... perintah ... supaya kamu bahagia dan panjang umurmu” (Ef 6:1-2). Pernyataan bahagia dan panjang umur adalah kerinduan setiap orangtua bagi anak-anaknya! Tuhan menyatakan “taatilah” dan “hormatilah”. Bagaimana sikap orangtua untuk mendidik anak-anaknya agar taat dan hormat orangtua? Rasul Paulus berkata kepada Timotius, “harus ramah ... harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan ...” (2 Tim 2:24-25). Fakta manusia itu pemberontak, ini perlu disadari dan dimaklumi! Mereka keturunan kita! Dari sebab itu orangtua harus belajar Firman dan cara mendidik anak serta melakukan dengan ramah, sabar dan lemah lembut!