Which language do you want to use?
Indonesian English

Jaminan keberhasilan di masa depan

January 7, 2018

Firman: 2 Tawarikh 26: 1-5

Kisah Raja Uzia yang dinobatkan menjadi raja pada usia 16 tahun dan ia menjadi raja selama 52 tahun memerintah di Yerusalem. Keberhasilan Uzia dinyatakan “Tuhan, Allah membuat segala usahanya berhasil” (ay 5); “Allah menolongnya” (ay 7) dan “Nama raja itu termasyur sampai ke negeri-negeri yang jauh, karena ia ditolong dengan ajaib sehingga menjadi kuat” (ay 15) (KB: karena Allah sangat menolong dia). Mengapa Tuhan menjadikan Uzia berhasil?

1. Ia hidup dalam kebenaran FirmanNya
“Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan” (ay 4). Benar di mata Tuhan! Tidak semua yang dianggap benar oleh manusia dapat dikategorikan benar di mata Tuhan. Apa yang benar di mata Tuhan? Tuhan Yesus berkata “FirmanMu adalah kebenaran” (Yoh 17: 17). Dari sebab itu kuasailah Firman Tuhan dan berbuatlah sesuai dengan FirmanNya yaitu kehendakNya. Penulis Ibrani berkata “supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (Ib 10:36). Apa yang dijanjikan Tuhan? Di antaranya adalah sukacita, damai sejahtera, keberhasilan dan keselamatan. Rasul Yakobus berkata “.. mendengar... sungguh-sungguh melakukannya ia akan berbahagia oleh perbuatannya” (Yak 1:25).

2. Ia mencari Tuhan senantiasa
“Ia mencari Allah selama hidup Zakharia yang mengajarnya .... Dan selama ia mencari Tuhan .... segala usahanya berhasil” (ay 5). Kata “mencari” dapat diartikan berusaha karena rindu untuk menemukan atau rindu bertemu! Tuhan menyatakan janjiNya “Aku akan memberi kamu menemukan Aku dan Aku akan memulihkan keadaanmu ....” (Yer 29:14). Bertemu dan dipulihkan sehingga kita berjalan sesuai kehendakNya! Nabi Yesaya berkata “Marilah kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalanNya dan supaya kita berjalan menempuhnya” (Yes 2:3). Diajarkan disamping jalan-jalanNya (teori) juga cara menempuh perjalanan tersebut (praktek). Dari sebab itu “usahanya berhasil” (ay 5)

3. Ia menjadikan diri takut Tuhan
“yang mengajarnya supaya takut akan Allah” (ay 5). Apa arti takut akan Tuhan? Penulis Amsal berkata “Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan..” (Ams 8:13). Pemazmur berkata “takut akan Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya” (Maz 128:1). Orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang berhenti berbuat dosa, berbalik kepada Tuhan dengan menghargai, menghormati, menjunjung tinggi dan memuliakan namaNya lewat perkataan dan perbuatan kita. Firman berkata “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan” (Ams 9:10). Orang yang takut Tuhan akan memperoleh hikmat dan dikatakan “Umur panjang ... kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagia ... sejahtera ....” (Ams 3:16-17)

Perlu dicatat tentang Raja Uzia, “Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak” (ay 16) (KB: dan itu menyebabkan kehancurannya).