Kebangkitan Tuhan Yesus

April 6, 2018

Firman: Matius 28: 1-10

Tuhan Yesus bangkit! Dinyatakan dalam Injil Matius bahwa sewaktu “Maria Magdalena dan Maria yang lain menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat, sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya” (ay 1-2). Sedangkan dikatakan bahwa Pilatus telah memerintahkan, “Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya … mereka memeterai kubur itu dan menjaganya” (Mat 27:65-66). Apa yang terjadi dan apa yang kita pelajari?

1. Mengerti sepenuhnya FirmanNya
“Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakanNya” (ay 6). “Sama seperti yang telah dikatakanNya”- pernyataan Tuhan senantiasa digenapi! Apa yang terjadi sewaktu mereka menerima pengajaran “Anak Manusia …. dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit. Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepadaNya” (Mar 9:31-32). Ingat pepatah malu bertanya sesat di jalan! Bagaimana cara untuk dapat mengerti? Tuhan Yesus mengajarkan tentang penabur, “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar … dan mengerti, dan karena itu ia berbuah” (Mat 13:23). Dibutuhkan hati yang baik, tempat roh dan Roh bersekutu dan berbincang! Di dalam kisah ini mereka diingatkan oleh malaikat Tuhan, “Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu” (baca Luk 24: 7-8).

2. Mempersiapkan diri jadi saksiNya
“Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-muridNya bahwa Ia telah bangkit” (ay 7). Ada perintah “segeralah pergi” dan “katakanlah” dan para murid meresponi dengan ketaatan “Mereka segera pergi … berlari cepat-cepat..” (ay 8). Ini yang berkenan di hadapan Tuhan! Manusia itu memiliki kebiasaan untuk menunda! Adapun berita penting yang perlu disaksikan adalah “Ia telah bangkit”. Rasul Paulus berkata “Tetapi seandainya Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu” (1 Kor 15:14). Siapa yang terpanggil? Nabi Yesaya berkata “Kamu inilah saksi-saksiKu, demikianlah Firman Tuhan” (Yes 43:10). Dari sebab itu Roh Kudus dicurahkan ke dalam tiap pribadi "...kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu …" (Kis 1:8).

3. Memiliki pengalaman denganNya
“Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka … mendekatiNya dan memeluk kakiNya serta menyembahNya” (ay 9). Apa tujuan perjumpaan ini? Supaya mereka mengalami dan menjadi mereka lebih yakin bahwa Tuhan Yesus yang mati disalibkan telah bangkit dan hidup. Ingat Tomas yang berkata, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya .. lambungNya, sekali-kali aku tidak akan percaya” (Yoh 20:25). Dikatakan “Yesus datang .. Ia berkata kepada Tomas: Taruhlah … lihatlah … jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah … Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yoh 20: 26-29). Tuhan mau kita memiliki pengalaman tetapi “tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah” (Ib 11:6) sedangkan “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ib 11:1). Dari sebab itu biarlah pengalaman dari Tuhan, untuk meningkatkan iman!