Which language do you want to use?
Indonesian English

Melekat dan Berbuah

November 30, 2017

Firman: Yohanes 15: 1-8

Tuhan Yesus menyatakan “Akulah pokok anggur yang benar” (ay 1) dan “kamulah ranting-rantingnya” (ay 4). Tuhan Yesus adalah pokok dan kita adalah ranting-rantingnya! Pokok dan ranting memiliki kesamaan! Bedanya pokok itu besar, kuat dan sumber kekuatan sedangkan ranting itu kecil, lemah dan selalu butuh kekuatan dari pokok. Ranting adalah tempat buah melekat, dikatakan “Setiap ranting padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya” (ay 2) – dibuang! Bagaimana agar kita berbuah bagi Tuhan?

1. Miliki keakraban dengan Tuhan
“ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur” (ay 4). Harus “tinggal”atau melekat pada pokok agar terjadilah aliran nutrient untuk memampukan ranting bertumbuh. Ditegaskan “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (ay 4). Di dalam kenyataan Tuhan telah ada di dalam kita, “Allah telah menyuruh Roh AnakNya ke dalam hati kita” (Gal 4:6) dan kini adalah bagian kita untuk membina keakraban dengan Tuhan, roh dengan Roh! Ijinkan Roh berbicara dan berkuasa atas hidup kita. Rasul Paulus: “Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah” (Ef 4:30) dan “Janganlah padamkan Roh” (1 Tes 5:19). Kita butuh penyertaan Tuhan, “sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (ay 5).

2. Kuasailah Firman Tuhan
“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu” (ay 7). Keakraban adalah awal sebagai tanda “kamu tinggal di dalam Aku” dan kini yang perlu dilakukan yaitu “firmanKu tinggal di dalam kamu”! Bagaimana agar Firman dapat tinggal di dalam kita? Ternyata dalam perumpamaan tentang seorang penabur, dibutuhkan “hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan” (Luk 8:15). Firman di terima, diletakkan di hati yang baik dan dengan ketekunan akan berbuah! Firman itu mutlak! Tuhan Yesus menyebut “Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat 4:4). Tanpa Firman “ranting ... menjadi kering dan ... dibakar” (ay 6)

3. Muliakan Tuhan dalam hidupmu
“Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak” (ay 8). Tuntutannya adalah berbuah banyak atau keberhasilan! Bagaimana mencapai keberhasilan? a) butuh penyertaan Tuhan (akrab), “Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi orang seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya” (Kej 39:2) dan b) butuh Firman Tuhan, “mendapat hikmat .. memperoleh kepandaian ... umur panjang ... kekayaan dan kehormatan” (Ams 3:13&16). Bisakah orang dunia berhasil dalam hidup? Bisa tetapi tidak akan dapat mencapai keberhasilan maksimal sesuai kehendakNya di antaranya “Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata” (Ams 3:17). Dari sebab itu banyak orang dunia yang berhasil tetapi tidak berbahagia! Keberhasilan hidupmu: studymu, kariermu, rumah tanggamu, kedudukanmu, pelayananmu dan kesehatanmu membuat namaNya dipermuliakan!