Orang yang merindukan Tuhan

June 7, 2018

Firman: Mazmur 119: 169 - 176

Pemazmur menyadari “Aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hambaMu ini” (ay 176). Dan menyatakan “Aku rindu kepada keselamatan dari padaMu, ya Tuhan dan TauratMu menjadi kesukaanku” (ay 174). Betapa banyaknya orang yang tidak menyadari kesesatan dalam hidup ini dan berjuang sendiri tanpa pertolongan dari Tuhan. Tuhan Yesus berkata “sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15:5). Pemazmur memohon “Biarlah teriakku sampai ke hadapanMu, ya Tuhan” (ay 169). Apa yang diharapkannya?

1. Menerima pengertian Firman Tuhan
“berilah aku pengertian sesuai dengan FirmanMu” (ay 169). Mengerti Firman ternyata tidak semudah yang kita pikirkan. Sewaktu Tuhan memberikan pengajaran lewat perumpamaan, Tuhan Yesus berkata “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah tetapi kepada orang-orang lain … mereka tidak mengerti” (Luk 8:10). Sedangkan “yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah .. 100x .. 60x …30 kali lipat” (Mat 13:23). Perhatikan kata “Kepadamu” – “mu” yang dimaksudkan adalah murid-murid Tuhan dan mereka diberi karunia Roh Kudus untuk mengerti Firman. Pernyataan Rasul Paulus “Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul … mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkan” (2 Kor 3:14) (butuh Roh Allah)

2. Menerima pengajaran kebenaran
“sebab Engkau mengajarkan ketetapan-ketetapanMu kepadaku” (ay 171). Tuhan mengajarkan kebenaran FirmanNya! Nabi Yesaya berkata “supaya Ia mengajarkan kita tentang jalan-jalanNya, supaya kita berjalan menempuhnya”(Yes 2:3). Kewajiban kita adalah berjalan sesuai kehendak Tuhan karena jika tidak maka kita akan tersesat atau berputar dipadang gurun. Disamping itu penulis Amsal berkata “Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihiNya … Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian … Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata” (Ams 3: 11-17).

3. Menerima pertolongan Tuhan
“Biarlah tanganMu menjadi penolongku ...” (ay 173); “biarlah hukum-hukumMu menolong aku” (ay 175b). Tuhan dan FirmanNya mampu memberikan pertolongan bagi kehidupan kita! Pemazmur berkata “Pertolonganku ialah dari Tuhan” (Maz 121:2) dan “apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangannya” (Maz 37:23-24). Bagaimana Tuhan menolong kita? Berbagai cara di antaranya: a) langsung, lewat suara hati; b) lewat FirmanNya dan c) melalui orang lain dalam pernyataan atau nubuatan. Pemazmur berkata “FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Maz 119:105). FirmanNya akan menolong kita menunjukkan jalan keluar dari masalah yang ada! Pemazmur bertekad “Perintah-perintahMu tidak kulupakan” (ay 176b).