Which language do you want to use?
Indonesian English

Pengharapan kita adalah Tuhan

October 24, 2017

Firman: Mazmur 130: 1-8

“Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan!” (ay 1). Kata “jurang yang dalam”, bahwa ia ada di dalam situasi dan kondisi yang tidak baik, terjatuh, terpisah dan di dalam kegelapan! Akibatnya adalah kegelisahan, kekacauan, ketidak berdayaan dan penderitaan tetapi di saat itulah ia berseru dan berharap pertolongan Tuhan. Rasul Paulus menyadari bahwa “Allah, sumber pengharapan ... supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan” (Rom 15:13). Apa yang perlu terjadi di saat berharap?

1. Memohon dengan kerendahan hati
“Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telingaMu menaruh perhatian kepada suara permohonanku” (ay 2). Sikap pemazmur yang perlu diteladani yaitu a) mendekat kepada Tuhan, b) merendahkan diri, dan c) memohon kepada Tuhan. Pergumulan meminta Tuhan mendengarkan doa adalah awal pengalaman dalam berharap! Pemazmur sedang berada dalam masalah! Masalah memang dapat muncul karena orang lain tetapi betapa banyak masalah yang timbul dari diri kita sendiri yang tidak hidup sesuai dengan FirmanNya (atau berdosa)! Dalam perikop ini dinyatakan: “Jika Engkau ya Tuhan, mengingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat bertahan?” (ay 3). Sedangkan perlu disadari “yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ... segala dosamu” (Yes 59:2). Akui dosa agar kita dibenarkan!

2. Menantikan sambil berharap padaNya
“Aku menanti-nantikan Tuhan ... dan aku mengharapkan firmanNya” (ay 5). Dua hal yang dilakukan pemazmur yaitu a) menanti dan b) Tuhan berfirman! Di dalam nenanti dibutuhkan kesabaran dan ketekunan! Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat! Pengkotbah berkata “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya ... .” (Pengk 3:11). Kisah Lazarus yang sakit dan mati. Maria berkata “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati ...” (Yoh 11:32). Marta berkata “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati” (Yoh 11:39). Tuhan berkata atau berfirman “Lazarus, marilah ke luar!” (Yoh 11:44). Puncak yang diharapkan adalah perkataanNya, “dengan FirmanNya apa yang tidak ada menjadi ada” (Rom 4:17). Apa yang akan kita lakukan di saat kita mendengar FirmanNya? Tantangan hidup!

3. Mengimani akan pertolonganNya
“Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia dan ia banyak kali mengadakan pembebasan” (ay 7) (KB: selalu siap menyelamatkan). Kasih setia Tuhan terhadap anak-anakNya! Ia tidak menghendaki kita menderita jauh terpisah dari Bapa! Hati Bapa dinyatakan “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita dan menangislah dengan orang yang menangis” (Rom 12: 15). Pemazmur berkata “Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kejahatan” (ay 8). Dosa diampuni, ada pemulihan dan ini yang pasti terjadi “Aku telah mendengar ... Aku mengetahui penderitaan ... Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan ... menuntun ... suatu negeri yang ber-limpah2 susu dan madunya” (Kel 3:7-8). (baca Maz 50:15).