Berbuah adalah tuntutan Tuhan

October 26, 2017

Firman: Lukas 13: 6-9

Pengajaran Tuhan Yesus dalam perumpamaan “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya” (ay 6). Pohon ditanam dan diharapkan menghasilkan buah! Disayangkan di kasus ini dikatakan tidak berbuah dan pemilik tanaman berkata “Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!” (ay 7). Apa yang dapat kita pelajari?

1. Tuhan menentukan penempatan
“pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya” (ay 6). Pemilik kebun menempatkan pohon ara di tempat yang baik, “di kebun anggur” yang telah dirawat secara khusus, di atas tanah yang mengandung sari makanan yang cukup. Perlu diketahui pohon ara dapat hidup di mana saja bahkan di hutan atau di atas tanah yang berbatu-batu! Di manakah penempatan kita? Di dunia, di Australia, di gereja (Agape) dan lihatlah di sekeliling bahwa kita dikitari oleh manusia yang dinyatakan dalam alkitab , “berharga di mataKu dan mulia” (Yes 43:4). Tuhan Yesus berkata “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar ... Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia” (Mat 5:13-14). Berperanlah di mana kita berada!

2. Tuhan memperhatikan pertumbuhan
“Sudah tiga tahun aku datang mencari buah ... dan aku tidak menemukannya” (ay 7). Komentari berkata: tiga tahun bukan dari awal penempatan tetapi setelah batas waktu seharusnya berbuah barulah diharapkan buahnya! Kenyataannya belum berbuah dan inilah pernyataan dari pemilik kebun “Tebanglah pohon itu ... percuma” (ay 7) – tidak ada manfaatnya bahkan merugikan pohon anggur disekitarnya! Berbuah adalah kewajiban! Pernyataan Tuhan Yesus “Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan , yaitu jika kamu berbuah banyak” (Yoh 15:8). Buah apakah yang diharapkan menurut alkitab? a) buah pertobatan (baca Mat 3:8); c) buah Roh (baca Gal 5:22-23) dan buah pelayanan (baca Kol 1:10). Tekad Rasul Paulus, “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini itu berarti bagiku bekerja keras memberi buah” (Fil 1:22)

3. Tuhan selalu memberi kesempatan
“Jawab orang itu: Tuan biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul ... memberi pupuk ... mungkin tahun depan ia berbuah jika tidak tebanglah dia!” (ay 8-9). Siapakah “orang itu”? Ia adalah “pengurus kebun itu” (ay 7) yang dapat diartikan Kristus, yang kini juga termasuk para hamba Tuhan yang disebut “utusan-utusan Kristus” (2 Kor 5:20). Pemilik kebun adalah Tuhan, Allah Bapa! Pengurus kebun memohon beri waktu lagi dengan pernyataan “akan mencangkuli ... memberi pupuk” dan dengan harapan “mungkin tahun depan ia berbuah”. Kami siap bekerja lebih keras lagi, atas dasar kasihNya! Dinyatakan “jangan ada yang binasa, melainkan .. berbalik dan bertobat” (2 Pet 3:9). Tetapi disadari ada batas waktunya dari sebab itu dikatakan “jika tidak tebanglah dia!” (ay 9). Yohanes pembaptis juga berkata “Kapak sudah tersedia .. tidak berbuah, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api” (Mat 3:10)