Berjalan bersama Tuhan Yesus

June 24, 2018

Firman: Lukas 24: 15, 25-35

Kisah dua orang murid yang dalam perjalanan ke Emaus, bertemu dan berjalan bersama dengan Tuhan, dikatakan “datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka” (ay 15) dan dinyatakan “Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia” (ay 16). Mereka berjalan bersama dengan Tuhan tetapi tanpa menyadarinya. Apa yang mereka alami dalam perjalanan?

1. Tuhan meneguhkan iman
“Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi!” (ay 25). Sudah diberitahu bahwa Tuhan bangkit tetapi mereka meragukan dan tidak sensitif! Ada di antara kita yang tidak percaya atau percaya tetapi tetap ada keraguan (kurang percaya). Bagaimana menjadikan diri percaya atau beriman? Rasul Paulus berkata “Jadi, iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh Firman Kristus” (Rom 10:17) dan Rasul Yakobus berkata “dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna” (Yak 2:22). Marilah kita mendengar, melakukan dan mengalami, agar kita menjadi dewasa rohani!

2. Tuhan menjelaskan FirmanNya
“Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci….” (ay 27). Tujuannya adalah agar kita mengerti Firman! Sebelum Tuhan Yesus naik ke surga, Dia berkata “Roh Kudus .. akan mengajarkan .. dan akan mengingatkan kamu …” (Yoh 14:26). Tuhan juga berkata “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui Kerajaan Sorga” (Mat 13:11) dan “orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang 100x .. 60x .. 30x lipat” (Mat 13:23). Betapa pentingnya bagi kita untuk mengerti atau mengetahui kehendakNya, “sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (Ib 10:36)

3. Tuhan mengobarkan semangat
“Ia mengambil roti … memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia” (ay 30-31). Perbuatan Tuhan mengingatkan dan menyadarkan mereka! Disamping itu dikatakan “Bukankah hati kita berkobar-kobar ketika Ia berbicara” (ay 32). Ada pergejolakan hati karena roh dan Roh bersekutu sehingga menimbulkan semangat baru untuk melakukan sesuatu bagi Tuhan. Rasul Paulus menggambarkan “Biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan” (Rom 12:11). Dan ini kemudian dinyatakan ketaatan mereka, “bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem” (ay 33) sesuai dengan permintaan Tuhan Yesus, ‘Kamu harus tinggal di kota ini …” (ay 49) dan kesaksian mereka “Lalu kedua orang itupun menceritakan apad yang terjadi.. “ (ay 35)