Didalam pimpinan Tuhan

March 9, 2018

Firman: Keluaran 40: 34-38

Nabi Yeremia berkata “Aku tahu, ya Tuhan, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya” (Yer 10:23). Tuhan yang menentukan arah langkah kita dengan jaminan bahwa “Penyayang mereka .. akan memimpin .. akan menuntun .. ke dekat sumber-sumber air” (Yes 49:10). Musa dalam perjalanan memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan ke tanah perjanjian dan Tuhan yang menyertai dan yang memimpin mereka. Apa yang perlu kita perhatikan?

1. Miliki persekutuan dengan Tuhan
“Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan dan kemuliaan Tuhan memenuhi Kemah Suci” (ay 34). Kehadiran awan menyatakan kemuliaan Tuhan ada di tempat itu! Sewaktu Salomo mentahbiskan Bait Allah, “datanglah awan memenuhi rumah Tuhan .. sebab kemuliaan Tuhan memenuhi rumah Tuhan” (1 Raja 8:10-11). Tuhan merindukan persekutuan dan Ia berkata “Dan mereka harus membuat tempat kudus bagiKu, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka” (Kel 25: 8). Di dalam Perjanjian Baru, dikatakan “bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus ... muliakanlah Allah dengan tubuhmu” (1 Kor 6: 19-20). Roh Tuhan ada di dalam hati kita!, ”Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus” (Ef 4:30), demikian juga “Jangan padamkan Roh” (1 Tes 5:19) – jangan berbuat dosa dan gunakan talenta/karuniamu!

2. Nantikan tanda/perintah Tuhan
“Apabila awan itu naik dari atas Kemah Suci, berangkatlah orang Israel ... jika awan itu tidak naik, maka merekapun tidak berangkat ...” (ay 36-37). Tuhan memberi tanda dan ini yang digunakan sebagai pernyataan Tuhan (baca Bil 9:15-23). Tidak mudah untuk mengetahuinya! Gideon berkata “berikanlah kepadaku tanda bahwa Engkau sendiri yang berfirman kepadaku” (Hak 6:17). Tuhan memberi tanda kepada Gideon tetapi dilain pihak sewaktu ahli Taurat dan Farisi meminta tanda kepada Tuhan, Tuhan Yesus menjawab “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus” (Mat 12:39). Mereka diberi tanda tetapi tidak sebanyak orang yang baik dan setia!

3. Mentaati kehendak Tuhan
“awan itu naik .. berangkatlah...” (ay 36). (KB: Setiap kali awan itu naik dari atas Kemah Tuhan, bangsa Israel membongkar perkemahan mereka untuk pindah ke tempat lain). Mereka tidak mengajukan pertanyaan mengapa harus berangkat atau harus tinggal. Segera tanda diberikan mereka melakukannya dengan ketaatan. Bagaimana Tuhan mendidik kita dalam ketaatan, dikatakan “Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak Tuhan, Allahmu, di padang gurun selama 40 tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau ... apakah engkau berpegang pada perintahnya atau tidak” (Ul 8:2). Kita dididik untuk rendah hati agar dapat taat. Teladani Tuhan Yesus, “Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati” (Fil 2:8). Target hidup ini adalah menyelesaikan pekerjaanNya (Yoh 17:4)!