Hidup berkenan di hadapan Tuhan

January 15, 2018

Firman: Roma 12: 1-8

Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma, diawali dengan pernyataan “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu” (ay 1). “Karena itu”, karena apa? Rasul Paulus dalam pasal-pasal sebelumnya mengungkapkan bahwa “semua orang telah berbuat dosa” (Rom 3:23) dan “upah dosa adalah maut” (Rom 6:23), Namun di saat inilah Tuhan menyatakan kemurahan Allah sehingga kita dapat diselamatkan dan inilah nasihatnya:

1. Beribadahlah kepada Tuhan
“supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, itu adalah ibadahmu yang sejati” (ay 1). Beribadah merupakan kewajiban kita! Dikatakan “Tetapi kamu harus beribadah kepada Tuhan, Allahmu; maka Ia akan memberkati ... “ (Kel 23:25). Alkitab mencatat bahwa Firaun menghalangi Israel beribadah kepada Tuhan dan memperoleh hukuman hingga anak sulungnya meninggal. Apa arti ibadah? Ibadah bukan sekedar datang ke rumah Tuhan tetapi dikatakan oleh Rasul Paulus agar kita “mempersembahkan diri” atau menyerahkan kehidupan ini untuk dipakai oleh Tuhan dan menyenangkan hati Tuhan. Perhatikan ketiga unsur yaitu “hidup, kudus dan berkenan”.

2. Lakukanlah kehendak Tuhan
“berubahlah oleh pembaharuan budimu sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah ... yang baik ... yang berkenan ... yang sempurna” (ay 2). Ubah paradigma pikirmu! Bagaimana? Menurut Rasul Yakobus “terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu” (Yak 1:21) (Adapun jiwa terdiri dari kehendak, perasaan dan pikiran). Jadikan pikiran ini sehingga mengetahui dan mau melakukan kehendak Tuhan. Pernyataan Tuhan tentang Daud “Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hatiKu dan yang melakukan segala kehendakKu” (Kis 13:22). Faedah melakukan kehendakNya, dikatakan “sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu” (Ib 10:36).

3. Bekerjalah dalam kesatuan
“sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing” (ay 3) (KB: menurut kemampuan yang diberikan Allah kepadanya). Ini sehubungan dengan talenta dan pelayanan! Digambarkan oleh Rasul Paulus “Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama” (ay 4) Tubuh yang sehat, jika semua anggota tubuh dapat berfungsi dengan baik. Di dalam perikop lain dikatakan “satu anggota menderita, semua anggota turut menderita ... dihormati, semua anggota turut bersukacita” (1 Kor 12:26). Jagalah ambisimu, hiduplah dalam kesatuan, “menjadi satu ... supaya dunia percaya” (Yoh 17:21) dan dalam kerukunan “Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat” (Maz 133:3)