Membina kasih persaudaraan

November 10, 2017

Firman: Ibrani 13: 1-6

Penulis Ibrani berkata “Peliharalah kasih persaudaraan” (ay 1) (Ibrani: kasih sayang terhadap saudara). Ini yang perlu dilakukan di kalangan kehidupan orang-orang percaya! Tuhan Yesus menyatakan “kamu semua adalah saudara” (Mat 23:8) dan Dia adalah Bapa, “Oleh Roh itu kita berseru: ya Abba, ya Bapa!” (Rom 8:15). Kita adalah bagian dalam keluarga Allah dan inilah yang perlu terjadi di dalam kehidupan, yaitu:

1. Milikilah kasih Kristus
“Peliharalah kasih persaudaraan” (ay 1). Untuk dapat memelihara kasih persaudaraan dibutuhkan “kasih” itu sendiri! Rasul Paulus berkata “kenakanlah kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan” (Kol 3:14). Adapun kasih yang dimaksud adalah Agape, kasih Ilahi bukan kasih manusiawi (Phileo, Eros atau Storge).Salah satu unsur kasih dinyatakan “kasih itu .... tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain” (1 Kor 13:4-5). Orang yang memiliki kasih mudah mengampuni orang lain! Tidak akan ada pernyataan tiada maaf bagimu! Bagaimana untuk mendapatkan kasih Agape? Rasul Yohanes menyatakan “kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah” (1 Yoh 4:7) – pemberian dari Tuhan, itu adalah “buah Roh ialah kasih ....” (Gal 5:22).

2. Bersikaplah ramah tamah
“Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang” (ay 2) (KH: Jangan lupa bersikap ramah) (Engl: to entertain strangers). “Memberi tumpangan” berarti mempersilakan mereka berteduh. Disederhanakan yaitu kemauaun untuk menerima semua orang! Di dalam perikop ini digambarkan kisah Abraham dan Lot yang menyambut orang yang tidak mereka kenal, “biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali” (Kej 18:5); “silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah di sini” (Kej 19:2) dan kemudian diketahui bahwa mereka “telah menjamu malaikat-malaikat” (ay 2). Apa arti ramah tamah? Perilaku seseorang yang ditandai mau akrab dalam pergaulan dengan suka senyum, sopan, hormat, suka nyapa, ringan tangan dan tulus!

3. Hiduplah dalam kebenaran
“Janganlah kamu mencemarkan tempat tidur ... janganlah kamu menjadi hamba uang ... “ (ay 4-5). Dua masalah yang dapat dinyatakan sebagai perusak hubungan dengan sesama adalah sexual dan harta/uang. Keduanya berhubungan dengan “cinta” yaitu a) cinta eros (nafsu birahi) dan b) cinta uang. Pernyataan dunia “cinta itu buta”, keduanya dapat membutakan manusia untuk hidup dalam dosa dan tidak memikirkan pihak lain. Penulis Ibrani menyatakan agar kita tidak menjadi hamba uang dikatakan “cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu” (ay 5) (KB: puas). Apa hubungan puas dengan kasih persaudaraan? Kepuasan meniadakan iri hati dan mendorong kita bersyukur kepada Tuhan! Puas dengan apa yang kita miliki yaitu pasangan hidup dan harta kita! Perhatikan “akar segala kejahatan ialah cinta uang” (1 Tim 6:10), tamak!