Menyambut kelahiran Juruselamat

December 28, 2017

Firman: Lukas 2: 8-20

Kata mailakat kepada para gembala “sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat yaitu Kristus” (ay 10-11). Kemudian “bersama-sama dengan mailaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga ... Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Maha tinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya” (ay 13-14). Apa yang menjadi respon para gembala?

1. Pergi untuk menemui Tuhan
“Marilah kita pergi ke Bethlehem” (ay 15); “Lalu mereka cepat-cepat berangkat” (ay 16). Para gembala memutuskan untuk pergi bahkan tanpa menunda mereka segera pergi ke Bethlehem, “ke kota Daud ...” (ay 4). Kemauan untuk pergi, untuk bertemu dengan Tuhan adalah awal tindakan yang berkenan di hadapan Tuhan. Tuhan tidak ingin memaksa manusia tetapi dengan kesabaran Ia menunggu respon kita, dikatakan “Lihat Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku” (Wah 3:20). Di dalam kisah anak yang hilang, “Lalu ia (anak bungsu) menyadari keadaannya ... Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku ... Bapa aku telah berdosa ...” (Luk 15:17-18).

2. Menyaksikan kebenaran FirmanNya
“... untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita” (ay 15). Manusia menuntut bukti Tuhan menuntut iman! Dikatakan “tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah” (Ib 11:6). Iman mengawali kita untuk berani melangkah tetapi Tuhan juga akan mengijinkan kita mengalami kuasaNya agar iman kita menjadi sempurna. Di dalam perikop ini para gembala diberi pengalaman melihat apa yang telah dikatakan Tuhan lewat malaikatNya, “Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan” (ay 12) dan dikatakan “Dan ketika melihatNya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu” (ay 17). Pernyataan Tuhan “Tidak satupun dari firmanKu akan ditunda-tunda. Apa yang Kufirmankan akan terjadi “ (Yehz 12:28).

3. Memuji dan memuliakan Tuhan
“sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka” (ay 20). Dibutuhkan pengalaman bersama dengan Tuhan untuk mampu memuji dan memuliakan Tuhan! Bagaimana untuk dapat mengalami? Dibutuhkan ketaatan, seperti Maria, “Aku ini adalah hamba Tuhan jadilah padaku menurut perkataan itu” (Luk 1:38). Maria taat, Maria dipakai Tuhan menjadi ibu dari Anak Allah! Kisah orang lumpuh, Tuhan berkata “bangunlah, angkat tempat tidurmu ...” (Luk 5:24) lalu dikatakan “Dan seketika itu juga bangunlah ia ... dan pulang kerumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah” (Luk 5:25-26).