Mintalah dengan sikap yang benar

July 2, 2018

Firman: Matius 15:21-28

Kisah seorang perempuan Kanaan yang anaknya “kerasukan setan dan sangat menderita” (ay 22). Injil Markus berkata, “segera mendengar tentang Dia lalu datang dan tersungkur di depan kakiNya” (Mark 7:25) dan “memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya” (Mark 7:26). Perhatikan sikap perempuan ini!

1. Ia memohon belas kasihan
“Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud…..” (ay 22). Perempuan Kanaan meminta belas kasihan agar hati Tuhan tergerak oleh belas kasihan. Firman menyatakan beberapa kejadian di mana hati Tuhan tergerak oleh belas kasihan dan Ia melakukan sesuatu. Di antaranya dicatat sbb “Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus dan sambil berlutut di hadapanNya ia memohon bantuanNya ... Maka tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tanganNya, menjamah orang itu ...  Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta ... ia menjadi tahir” (Mar 1:40-41). Belas kasihan adalah motor penggerak untuk mengungkapkan kasih kita terhadap sesama!

2. Ia memohon dengan bertekun
“Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya” (ay 23) sebagai ujian pertama. Para murid meminta “Suruhlah ia pergi” (ay 23). Apakah perempuan itu pergi dan menyerah? Tidak, bahkan dikatakan “ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak” (ay 23).

Tuhan Yesus kemudian berkata “Aku diutus hanya kepada domba yang hilang dari umat Israel” (ay 24) sebagai ujian kedua. Pernyataan ini adalah benar sesuai dengan rencana Bapa! Rasul Paulus berkata “yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi tetapi juga orang Yunani” (Rom 1:16). Apa responnya? Ia tidak berputus asa melainkan “mendekat dan menyembah Dia sambil berkata Tuhan, tolonglah aku” (ay 25).

Adapun ujian yang ketiga, di mana Tuhan berkata “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing” (ay 26). Kata “anjing” (Yun: Kunarion) adalah anak anjing peliharaan! i Injil Markus berkata “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing” (Mark 7:27). Perempuan Kanaan tidak tersinggung dan berkata “namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya” (ay 27). Ia tidak menuntut hak Israel tetapi biarlah sisanya saja. Itu sudah cukup!

3. Ia memohon dalam iman
“Hai ibu, besar imanmu maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki. Dan seketika itu juga anaknya sembuh” (ay 28). Penulis Ibrani berkata “... tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah” (Ib 11:6). Karena Tuhan berkenan maka Tuhan mengabulkan, mujijat terjadi! Dalam kisah lain tentang seorang anak yang bisu dan tuli, “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya. Segera ayah anak itu berteriak: Aku percaya” (Mar 9:23-24). Rasul Yakobus berkata, “Hendaklah ia memintanya dalam iman dan sama sekali jangan bimbang” (Yak 1: 6).