Pengajaran dasar orang percaya

June 14, 2017

Firman: Ulangan 6: 4-25

Musa berkata kepada Israel, bangsa pilihan “Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa! Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu ... jiwamu ... kekuatanmu” (ay 4-5). Dan ia kemudian memberi perintah “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau memperhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu ... “ (ay 6-7). Ini adalah pendidikan dasar yang harus dilakukan di dalam kehidupan dan janjiNya “supaya baik keadaanmu dan engkau memasuki dan menduduki negeri yang baik” (ay 18). Apa yang diuraikan dalam perikop ini?

1. Bawa mereka mengenal Tuhan
“membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu ... dalam perjalanan ... berbaring ... bangun” (ay 7). Kata “membicarakannya” menyatakan inti pembicaraan adalah Tuhan yang dahsyat dan tujuan pembicaraan adalah agar pendengar mengenal Tuhan. Dari sebab itu tahap awal untuk mengenal Tuhan adalah dengan mendengar Firman atau dengan membaca Firman. Penulis Amsal berkata “mencarinya ... mengejarnya ... maka engkau ... mendapat pengenalan akan Allah” (Ams 2:4-5). Rasul Paulus melengkapi katanya dalam doanya, “supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar” (Ef 1:17). Dibutuhkan Firman dan kuasa Roh Kudus untuk dapat mengenal Tuhan! Istilah dunia “tak kenal tak sayang” – selama kita tidak mengenal Tuhan sulit bagi kita untuk mengasihi Dia!

2. Jadikan mereka takut akan Tuhan
“Engkau harus takut akan Tuhan Allahmu” (ay 13). “Harus takut” adalah kewajiban! Pengkotbah berkata “takutlah akan Allah ... karena ini adalah kewajiban setiap orang” (Pengk 12:13). Apa arti takut akan Tuhan? Bukan takut dan kita menjauh dihadapanNya. Dua pengertian takut yaitu a) hormat yang dalam akan kekudusan dan kedahsyatan Tuhan dengan cara “ ... membenci kejahatan” (Ams 8:13) dan b) taat “... yang hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya” (Maz 128:1). Yang nyata masa depan kita tergantung sejauh apa rasa takut kita akan Tuhan. Dinyatakan “Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat” (Ams 15:33). Orang berhikmat adalah orang yang hidup sesuai kehendakNya dan dijanjikan “Umur panjang ada di tangan kanannya dan ditangan kirinya kekayaan dan kehormatan” (Ams 3:16). Pernyataan Rasul Yohanes berkata, “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu bahwa kita menuruti perintah-perintahNya” (1 Yoh 5:3) – mengasihi Tuhan adalah taat!

3. Ajarkan mereka saling mengasihi
“kepada Dia haruslah engkau beribadah” (ay 13). Arti beribadah adalah “mempersembahkan tubuhmu” (Rom 12:1). Untuk apa? Untuk melakukan kehendak Bapa, “apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Rom 12:2). Tepatnya adalah melakukan pelayanan sesuai dengan talenta yang kita miliki (baca Rom 12:3-8). Dasar pelayanan yang dikehendak Tuhan adalah kasih, “Apakah engkau mengasihi Aku? ... Gembalakanlah domba-dombaKu” (Yoh 21:16). Panggilan kita adalah “saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh 13:34) dengan kasih Agape! Menurut Maslow, manusia perlu dikasihi dan bisa mengasihi! Manusia hidup membutuhkan yang lain. Manusia mau diberkati untuk memberkati. Manusia mau hidup dalam damai dengan saling memaafkan. Rasul Yohanes berkata “Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya ... tidak mungkin mengasihi Allah ... Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (1 Yoh 4:21)