Pilihan yang memberkati hidup

January 26, 2018

Firman: Yeremia 17: 5-8

Nabi Yeremia mendapat pernyataan dari Tuhan bahwa ada dua pilihan di dalam kehidupan ini yaitu berkat atau kutuk. Kita berkewajiban untuk memilih! Di dalam perikop yang lain dikatakan “Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk” (Ul 11:26). Apa yang menjadi pilihanmu memasuki tahun 2018 ini? Siapa yang mau diberkati? Nabi Yeremia diberi pernyataan Tuhan agar kita dapat menikmati berkatNya, yaitu:

1. Mengandalkan Tuhan senantiasa
“Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan” (ay 7) (Engl/NKJV: trusts in the Lord). Perkataan “trusts’ diterjemahkan “mempercayakan”, jadi berbeda dengan kata “believe” yaitu “percaya”. Bedanya, ada orang yang percaya tetapi tidak berani mempercayakan! Banyak orang percaya bahwa Tuhan itu ada tetapi tidak mau mempercayakan dirinya atau menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan. Sedangkan dikatakan “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia yang mengandalkan kekuatannya sendiri dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!” (ay 5). Dunia berkata bukankah manusia membutuhkan manusia? Ada benarnya tetapi sadari pernyataan Tuhan “Aku akan menggoncangkan segala bangsa ... kepunyaan segala bangsa datang mengalir ...” (Hag 2:8). Pengkotbah berkata “ ... harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah” (Pengk 2:26)

2. Menaruh harapan pada Tuhan
“Diberkatilah .... yang menaruh harapannya pada Tuhan” (ay 7) (Engl/NKJV: whose hope is the Lord). Rasul Paulus menyatakan “Allah, sumber pengharapan” (Rom 15:13). Pemazmur berkata “Berbahagialah orang ... yang harapannya pada Tuhan Allahnya” (Maz 146:5) dan Tuhan berkata “Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih daripada embusan nafas ..... “ (Yes 2:22). Orang yang beriman selalu menaruh harapannya pada Tuhan. Penulis Ibrani berkata “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ib 11:1) dan dikatakan “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah” (Ib 11:6). Contoh alkitabiah yaitu Abraham yang sudah sangat lanjut usia tetap berharap bahwa janji keturunan akan terjadi, dikatakan “Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namum Abraham berharap juga dan percaya .....” (Rom 4:18).

3. Menerima janji berkat Tuhan
“Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air ... tidak berhenti menghasilkan buah” (ay 8). Kedua hal yang harus dilakukan yaitu 1) Mengandalkan dan 2) Berharaplah kepada Tuhan, maka dikatakan “tidak kuatir dalam tahun kering ... tidak berhenti menghasilkan buah” (ay 8). Orang benar akan diberkati Tuhan! Penulis Amsal berkata “Berkat ada di atas kepada orang benar” (Ams 10:6). Pemazmur berkata “tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan ... anak cucunya menjadi berkat” (Maz 37:25-26). Sadari pernyataan Musa, “Maka janganlah kaukatakan ... kekuasaanku dan kekuatan tangankulah .... Dialah yang memberikan .... memperoleh kekayaan... “ (Ul 8:17-18).