Tuhan melakukan pemulihan

November 28, 2017

Firman: Yohanes 5: 1-18

Kisah Tuhan Yesus sewaktu Ia ada di dekat kolam Betesda yang dikelilingi oleh orang-orang sakit, buta, timpang dan lumpuh yang menantikan goncangan air. Dikatakan dalam Firman “ Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam dan menggoncangkan air itu, barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya” (ay 4). Dikatakan, “Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit”( ay 5). Apa yang terjadi?

1. Tuhan menawarkan pertolongan.
“Ia tahu .. Maukah engkau sembuh” (ay 6). Tuhan tahu ada kebutuhan dan Ia menawarkan pertolongan kepada orang yang sakit untuk disembuhkan. Apa yang menjadi jawaban orang sakit itu? Dia tidak berkata mau atau tidak, tetapi “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu…”(ay 7). Tegasnya ia mau disembuhkan tetapi tidak ada seorangpun yang dapat menolongnya! Nabi Yeremia menyatakan “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia .... Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!” (Yer 17:7). Tegasnya dikatakan andalkan Tuhan dan berharaplah padaNya! Dia adalah Tuhan yang sanggup memulihkan kehidupan!

2. Tuhan menuntut ketaatan.
“Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah” (ay 8). Ada perintah yang diberikan Tuhan untuk dilakukan! Mudahkah dilakukan? Tidak, bahkan mustahil karena orang yang sakit itu sudah 38 tahun berbaring! Disamping itu, di saat itu adalah hari Sabat, “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu” (ay 10). Menurut hukum Yahudi dikatakan “siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu, pastilah ia dihukum mati” (Kel 31:14). Orang sakit tersebut dihadapkan kepada dua pilihan, taat berakibat mati atau tidak taat berakibat tidak sembuh! Apakah keputusan yang diambil? Orang sakit tersebut memilih taat kepada Firman Tuhan, “Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan” (ay 9). Mujijat terjadi karena ketaatan orang sakit tsb.

3. Tuhan memberikan nasihat
“Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk” (ay 14). Mujijat terjadi, bukan karena air dalam kolam tetapi kuasa Tuhan (baca ay 4). Dan Tuhan kemudian berpesan “jangan berbuat dosa lagi ... terjadi yang lebih buruk”! Apa maksudnya? Ada kemiripan dengan pernyataan Tuhan Yesus tentang “rumah itu kosong, bersih ... rapih teratur. Lalu ia (iblis) .. mengajak tujuh roh lain .. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaan semula” (Mat 12: 44-45). Dari sebab itu jangan ijinkan rumah itu kosong tetapi isilah dengan FirmanNya sebagai “pedang Roh” (Ef 6:17) dan Roh Kudus, “Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar” (Ef 1:17). Pemulihan terjadi bahkan orang sakit itu bersaksi, “keluar lalu menceritakan ... Yesuslah ... menyembuhkan dia” (ay 15)