Tuhan memanggil dan memilih

September 30, 2017

Firman: Matius 22: 1-14

Perumpamaan Tuhan Yesus yang disampaikan kepada para murid, diawali dengan “Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya” (ay 2) dan diakhiri dengan pernyataan “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih” (14). Apa yang dimaksudkan dan bagaimana agar agar kita dipilih oleh Tuhan?

1. Meresponi panggilan Tuhan
“Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundangnya ke perjamuan kawin itu” (ay 3). Dipanggil untuk datang dan menikmati perjamuan kawin! Tetapi apa respon dari mereka yang dipanggil, dikatakan “Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya ... mengurus usahanya” (ay 5) bahkan “ada yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksa dan membunuhnya” (ay 6). Apa yang kemudian terjadi? Perintah kedua diberikan, “pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana” (ay 9). Maksudnya, undangan pertama ditujukan kepada bangsa Israel tetapi Israel menolak bahkan membunuh Kristus dan kini undangan kedua dikeluarkan untuk semua orang termasuk kita! Apakah respon kita saat ini?

2. Mau diubah oleh kuasaNya
“Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta” (ay 11). Tuntutan raja adalah berpakaian pesta! Menurut tradisi pakaian pesta disediakan dan tamu hanya diminta untuk memakainya. Di dalam kasus itu ada orang yang datang tetapi menolak memakai pakaian pesta. Apa arti pakaian pesta? Penglihatan Nabi Zakharia, “Yosua mengenakan pakaian yang kotor ... Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya ... aku telah menjauhkan kesalahahmu ... Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta” (Zah 3:3-4). Kedewasaan kita dinyatakan “kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakukannya dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kol 3: 9-10) yaitu menjadi manusia baru, mengenakan pakaian baru atau lahir baru!

3. Masa depan bagi yang terpilih
“Ia berkata ... bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?” (ay 12). Yang tidak mengenakan pakaian pesta dihukum (baca ay 13) sedangkan yang berpakaian pesta diijinkan ikut dalam perjamuan kawin! Penglihatan Rasul Yohanes, “Hari perkawinan Anak Domba ... dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus ... ( ... itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus)” (Wah 19: 7-8). Sudahkah kita hidup seperti Kristus telah hidup? Karakter dan perbuatan kita! a) Mampu mengasihi semua orang, “Begitu besar kasih Allah akan dunia ini” (Yoh 3:16); b) mau merendahkan diri dan taat, “Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati” (Fil 2:8) dan c) siap melayani, “Anak Manusia datang ... untuk melayani” (Mat 20:28). Kita adalah mempelai Kristus karena dipilih!